logo
This is Photoshop's version of Lorem Ipsum. Proin gravida nibh vel velit auctor aliquet. Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctornisi elit consequat
Latest Posts
+387648592568
info@GOtravel.com
marketingadzikra@yahoo.com
(021) 7231344
Top

Dalamnya laut bisa diukur, tapi nasib orang siapa yang tahu. Itulah yang dialami KH Arifin Ilham, 34 tahun. Sebagaimana pemuda pada umumnya, ia pun belum tahu akan bekerja di mana dan menjadi apa setelah lulus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Nasional (Fisipol Unas) Jakarta.

Ternyata, lewat proses gigitan ular, Allah SWT menjadikan anak muda ini memimpin majelis zikir yang jamaahnya kini mencapai ribuan dari segala status. Memimpin majelis zikir, menurutnya, merupakan sesuatu yang tak pernah terbayangkan ketika ia menjadi mahasiswa, meskipun ia pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Darun Najah (Jakarta Selatan) dan Pondok Pesantren As-Syafi’iyah (Jakarta Timur).

Alkisah, pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 8 Juni 1969, ini termasuk seorang penyayang binatang. Di rumah ibu angkatnya di Jakarta, ia banyak memelihara binatamg, antara lain burung hantu, kera, dan ayam kate.

Awal April 1997, ia diberi seekor ular hasil tangkapan warga kampung yang ditemukan di semak belukar. Karena kurang hati-hati Arifin digigit binatang melata ini. Namun, ia tidak menyadari kalau dirinya keracunan. Sewaktu dalam perjalanan dengan mengendarai mobil, ia pun merasakan sesuatu yang tidak biasa, tubuhnya terasa panas, meradang, dan membiru.

Melihat keadaan Arifin yang demikian, ibu angkatnya Ny Cut mengambil alih kemudi, menuju rumah sakit terdekat. Namun, beberapa rumah sakit menolak dengan alasan peralatan medis yang tidak memadai. Bahkan sejumlah dokter di beberapa rumah sakit tersebut memvonis, umur Arifin tinggal satu persen. Karena sulitnya mendapatkan pertolongan selama 11 jam, keadaan Arifin makin gawat.

Detak jantungnya melemah. Melihat kondisi anak angkatnya yang makin parah, Ny Cut mencoba mendatangi RS Saint Carolus (Jakarta Pusat). Alhmadulilah pihak rumah sakit menerimanya. Arifin langsung ditempatkan di ruang ICU. Infus pun dipasang di tubuhnya. Untuk membantu tugas paru-paru, jantung, dan hatinya yang telah sangat lemah, dokter memasukkan beberapa batang selang ke mulutnya.

Dengan pertolongan Allah, setelah satu bulan lima hari pihak rumah sakit menyatakan ia telah melewati masa kritis dan memasuki masa penyembuhan. Walaupun kondisinya telah jauh lebih baik, Arifin mengalami perubahan pada suaranya. Menurut analisa dokter, hal ini disebabkan oleh pemasangan beberapa selang sekaligus dalam mulutnya untuk waktu yang cukup lama.

Tapi tidak ada yang mengetahui rencana Allah, justru dengan suaranya itu, Arifin menjadi lebih mudah dikenal para jamaah hanya dengan mendengar suaranya. Seperti diceritakan Arifin, selama masa kritis, ia mendapatkan pengalaman spiritual yang sangat luar biasa. Di alam bawah sadarnya ia merasa berada di sebuah kampung yang sangat sunyi dan sepi.

Setelah berjalan-jalan sekeliling kampung, ditemuinya sebuah masjid, yang kemudian dimasukinya. Di dalam masjid ternyata sudah menunggu tiga shaf jamaah dengan mengenakan pakaian putih. Salah satu jamaah kemudian memintanya memimpin mereka berzikir, mengingat Allah SWT.

Keesokan harinya ia kembali bermimpi. Hanya saja sedikit berbeda. Kali ini ia merasa berada di tengah kampung yang penduduknya berlarian ketakutan karena kedatangan beberapa orang yang dianggap sebagai jelmaan setan. Melihat kehadirannya, para penduduk pun berteriak dan meminta dirinya menjadi penolong mereka mengusir setan-setan tersebut.

Hari berikutnya ia kembali bermimpi. Kali ini ia diminta oleh seorang bapak untuk mengobati istrinya yang sedang kesurupan. Mendengar permintaan bapak tersebut, Arifin bergegas, tapi Allah berkehendak lain. Istrinya ternyata telah meninggal sebelum sempat ditolong Arifin. Berbekal pengalaman-pengalaman gaib yang ia alami, Arifin pun memantapkan hatinya untuk menjadi pengingat manusia agar tidak lupa berzikir.

Banyak kegiatan yang dilakukannya. Salah satu yang paling berkesan adalah memimpin zikir untuk para narapidana di Cipinang. Menurut Arifin, kegiatan ini memberikan dampak yang sangat dalam sehingga banyak di antara narapidana tidak sanggup membendung air matanya, menyesali dosa-dosanya.

Meskipun banyak hujatan, Arifin juga telah melakukan zikir di LP Nusakambangan, yang antara lain juga diikuti oleh Tommy Suharto. Tahun 1998, Arifin mengisi ceramah di sebuah rumah di kawasan Condet, Jakarta Timur. Di sinilah ia bertemu dengan Wahyuniati Al-Waly, seorang muslimah yang taat, yang kemudian menjadi pendampingnya.

Tidak berapa lama setelah pertemuan itu, ia bermimpi di depan Ka’bah dengan Yuni berdiri disampingnya dengan menggunakan baju putih bersih. Dengan penasaran, pagi harinya ia menelpon Abah (panggilan Arifin untuk ayahnya), menanyakan perihal mimpinya. Abahnya mengartikan bahwa Yuni adalah jodoh yang diberikan Allah kepadanya. Maka keduanya pun naik ke pelaminan pada 28 April 1998.

Yuni yang ternyata adik kelasnya di Fisipol Unas menilai sosok suaminya sebagai seorang yang baik, romantis, penyayang, pintar, dan kuat landasan agamanya. Ketika ditanya jadual acaranya yang demikian padat, Arifin dengan merendah menyatakan, Alhamdulillah hingga kini ia masih diberikan kesempatan untuk selalu shalat tahajud tiap pukul tiga pagi hingga subuh.

Sekalipun ia tidur hanya sekitar tiga jam, tapi saat berada di kendaraan menuju tempat acara zikir ia menyempatkan diri untuk tidur di mobil. Ada satu hal yang dipegang oleh dai kelahiran Banjarmasih ini, yakni memegang janji.

Karenanya, tiga kali ia terpaksa menolak permintaan Sekretariat Negara agar berdakwah bersama Presiden Megawati. ”Saya tidak mau kecewakan masyarakat yang telah jauh hari menunggu-nunggu kedatangan saya,” ujarnya. Arifin mengaku, menjelang pemilu 2004 ini sudah ada parpol yang memintanya agar ia berkampanye untuk partai tersebut. Bahkan ada dari partai besar, yang menjamin bahwa ia nantinya paling sedikit akan menjadi anggota DPR.

”Tapi, saya ingin sebagai rantai (tali) tasbih, yang dapat menampung semua umat,” ujar dai yang tinggal di Depok sejak 1999 ini. Sikapnya untuk selalu menjadi ‘rantai tasbih’ itu ternyata ‘berbuah manis’. Setiap acara zikir yang dipimpinnya selalu dipadati jamaah dari berbagai kalangan dan status. Minimal, pemandangan ini tampak ketika ia memimpin zikir di Masjid Al-Amr Bittaqwa di Perumahan Mampang Indah II, Depok, Ahad (4/5) lalu.

Sejak pukul 06.00 pagi, masjid yang hanya bisa menampung 500 orang itu sudah dipadati jamaah. Mereka yang hadir belakangan lalu ditampung di tenda-tenda sekitar masjid. Menjelang pukul 08.00, yang tampak adalah lautan manusia berwarna putih warna kopiah dan busana sebagian besar jamaah. Tepat pukul delapan, Arifin datang dan langsung menuju panggung di depan masjid.

Ia didampingi Presiden Partai Keadilan Dr Hidayat Nurwahid, mantan KASAD Jenderal (Purn) Harsono, Habib Abdurahman Semith yang datang bersama belasan kyai dari Semarang, ketua Jamiatul Muslimin Indonesia Habib Husein Alhabsji, dan sejumlah ulama lainnya. Berikutnya, selama dua jam, ribuan jamaah Majelis Zikir Az-Zikra, nama yang diberikan Arifin untuk majelisnya, hanyut dan histeris dalam ritual zikir.

Begitu syahdunya acara zikir ini, tidak peduli pengusaha, artis, sutradara, dan berbagai profesi yang datang ke acara itu dari berbagai tempat di Tanah Air, meneteskan air mata. Bahkan banyak yang terisak-isak. Arifin sendiri terus menyeka air matanya yang terus menerus mengalir dengan dua saputangan yang dibawanya.

Namun, menurut Arifin, tangis bukan termasuk ritual zikir. Zikir pun, katanya, tidak juga sekadar duduk dan memanjatkan puja-puji kepada Allah SWT. ”Yang terpenting dari zikir adalah, di dalam hati harus selalu ingat dan merasakan kehadiran Allah SWT,” jelas ayah dua anak ini. Arifin membagi zikir meliputi empat hal.

Pertama, zikir hati senantiasa mengingat Allah dalam hati. Kedua, zikir akal, yang berarti mampu menangkap bahasa Allah dalam gerak alam semesta. Ketiga, zikir lisan, yang berupa ucapan asma Allah terjemahan dari kata hati. Keempat, zikir amal yang merupakan aplikasi takwa. Sedangkan anjurannya agar para jamaah zikirnya berbusana putih-putih, Arifin mengemukakan filosofinya. Putih, kata alumnus Fiskipol Unas ini, adalah warna yang melambangkan kesucian dan warna yang sangat disukai Rasulullah SAW.

Ustadz Johari Nasruddin adalah seorang Ustadz yang merupakan seorang Betawi asli, dibesarkan oleh keluarga yang fanatik oleh agama Islam dan lahir dari Ayah H. Nasruddin dan Ibu Hj. Halimah pada tanggal 15 Oktober tahun 1968. Saat ini beliau tinggal di Depok Desa Krukut Kecamatan Limo. Orangtua nya berpesan selama beliau ada dimana saja jangan meninggalkan Sholat lima waktu.

Beliau dibesarkan dan tumbuh dalam ajaran agama Islam oleh pamannya, H. Mahmud. Menempuh pendidikan SD Negeri Gandul 1 Depok pada tahun 1981. Dilanjut jenjang SMP Negeri 131 di tahun 1984, lanjut ke SMA PGRI 3 di Pondok Labu tahun 1987.

Kehidupannya sedikit berubah karena tidak lanjut kuliah, tetapi melanjutkan pendidikan agama di Gontor sampai tahun 1991, dan berkesempatan belajar di Al Azhar, Mesir dari tahun 1992 sampai 1998. Dan pada tahun 1999 kembali ke tanah air dengan membawa ijasah jurusan Bahasa Arab.

Beliau menikah pada tahun 1999, saat ini beliau sudah memiliki 3 anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Anak pertama dan kedua belajar di pesantren Gontor seperti beliau.

Setelah menikah beliau mengajar di salah satu sekolah yg cukup favorit di sebuah yayasan selama 6 tahun, beliau juga mengajar di Bandung khusus untuk mahasiswa pilihan dan berkualitas. Berbarengan dengan itu beliau juga mengajar Bahasa Arab di Akademi Imigrasi selama 6 tahun, kemudian bergabung dengan ADzikra pada tahun 2006. Kegiatan beliau yang lain adalah merintis pesantren Darunnadwah yang merupakan amanah dari orangtua beliau.

Saat ini beliau sudah memiliki 3 anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Anak pertama dan kedua belajar di pesantren Gontor seperti beliau.

Ustadz Muhammad Abdul Syukur lahir di Bogor pada tanggal 04 Januari 1978, Beliau telah menikah dan dikaruniai 3 anak (2 Putra, dan 1 Putri). Beliau tinggal di Perum. Mampang Indah Dua Blok C 17, Mampang, Depok, Jawa Barat.

Seiring berjalannya waktu selain Beliau aktif berdakwah, beliau juga aktif sebagai Pembimbing Ibadah Haji & Umroh sejak tahun 2003. Dan saat ini Beliau membimbing Ibadah Haji dan Umrah di ADzikra Travel.

Ustadz Muhammad Abdul Syukur adalah salah seorang Ustadz ternama yang dengan latar pendidikannya pun dalam bidang Keagamaan Islam. Beliau Menempuh pendidikan MTs dan MA di Pesantren Al-Hamidiyah Depok, kemudian Jenjang S1 Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadits di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan saat ini sedang menempuh S2 Di IEF  Trisakti Jakarta.

Disamping itu Beliau adalah Pengasuh PESANTREN YATAMA & DHUAFA AZZIKRA yang juga beralamat di Depok Jawa Barat. Selain sebagai Pengasuh Peantren Yatama & Dhaufa, Beliau juga sebagai Host “SERAMBI ISLAMI“ di salah satu Stasiun Televisi Negara Republik Indonesia, TVRI. Dan Beliau juga sebagai Narasumber program Tazkia Qolbu di Music City 107.50 FM.

Ustadz Muhammad Abdul Syukur yang biasa disapa Ustadz Syukur, sangat disenangi oleh sahabat maupun Jamaahnya karena Beliau dikenal dengan penyampaian Dakwah yang sangat Menyentuh Hati, selain itu beliau juga dikenal Humoris sehingga para Jamaah yang mendengar Tausiyah dari Beliau merasa terhibur dan selalu teringat dengan apa yang disampaikannya. Dan saat ini beliau terus aktif berdakwah di Dalam Negeri hingga berdakwah sampai ke Luar Negeri.

Dai Hilman Fauzi, lahir di Desa Tegalpanjang, Kec. Sucinaraja, Kabupaten Garut – Jawa Barat, pada tanggal 04 Juli 1990. Saat ini ia dikenal sebagai seorang Ustadz muda dengan penyampaian dakwah yang khas & berbeda sehingga menjadikkanya sebagai salah seorang The Rising Star di Dunia Dakwah saat ini. Sebagai seorang Muballigh muda, Ia mampu menghadirkan penyampaian dakwah secara santun, ringan dan segar sehingga membuat pesan dakwahnya dapat diterima oleh berbagai kalangan. Selain itu, saat ini ia juga dikenal sebagai seorang Trainer dan Motivator pada bidang Spiritual Values Improvement (SVI), yaitu bidang training dan motivasi untuk bisa memberikan pengaruh positif dalam peningkatan kinerja sebuah perusahaan melalui optimalisasi & impelementasi nilai-nilai spiritual.

Dai Hilman Fauzi adalah anak muda dengan kisah masa kecil yang penuh inspirasi dan motivasi. Apabila melihat latar belakang hidupnya, sejak kecil Ia dibesarkan dalam kondisi yatim piatu (Ayahnya wafat ketika di usia SMP; Ibunya wafat ketika dia lulus SMA). Setelah itu ia hidup di tengah-tengah kondisi keluarga dengan ekonomi yang sangat sederhana dan ditempa melalui proses hidup yang begitu keras juga memprihatinkan. Tekadnya yang begitu kuat untuk menjadi pribadi yang sukses kemudian membuat dirinya berani untuk hidup mandiri (banting tulang memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri) dengan melakukan berbagai pekerjaan kasar seperti tukang cuci piring, cuci baju laundry dan buruh angkut di terminal dan stasiun, sambil kemudian tinggal dari masjid ke masjid.

Seiring berjalannya waktu ia merasa beruntung bisa diberikan anugerah hidup di masa kecil tumbuh di tengah lingkungan yang religius. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di Pondok Pesantren Darul Arqam dengan predikat sebagai santri teladan. Pada saat di Pesantren Ia juga pernah terpilih menjadi delegasi Indonesia untuk program Exchange Student ke Boston – United State of America (USA)  dan Kanagawa – Jepang  dari AFS Foundation. Setelah selesai masa pendidikan di Pesantren dan kegiatan pertukaran pelajarnya, Ia sempat mendapatkan beasiswa untuk melanjuntukan pendidikan tingginya pada Fakultas Syariah di Tripoli University – Libya, namun pendidikannya tidak sampai selesai karena permintaan sang ibunda tercinta atas konflik di negara tersebut. Pada akhirnya gelar Sarjana dan Masternya diperoleh dari Tazkia University College of Islamic Economics (kampus Ekonomi Islam pertama di Indonesia) dengan predikat summa cumlaude dan mendapatkan perhargaan dari Dr. Muhammad Syafii Antonio Sebagai The Overall Best Graduated (Wisudawan Terbaik). Di Tahun 2015 dirinya terpilih sebagai salah satu penerima Beasiswa Khazanah untuk melanjuntukan pendidikan Master yang kedua sekaligus gelar Doktornya di Negeri jiran Malaysia pada Bidang Islamic Economics & Finance.

Di usianya yang masih muda, dirinya dikenal sebagai pribadi yang memiliki potensi di bidang public speaking khususnya dalam metode syiar atau dakwahnya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa prestasi dan penghargaan pada tingkat Nasional maupun Internasional. Antara lain Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia Tingkat Nasional di Jakarta Tahun 2005, Juara 1 Pidato Bahasa Arab Tingkat Nasional di UIN Bandung 2006, Delegasi MTQ Bidang Syarhil Qur’an Tahun 2011 dan Finalis Pemilihan Dai Muda ANTV dan AKSI Indosiar. Selain itu diantara Prestasi lainnya adalah terpilih menjadi The Best Performance Trainer pada acara Trainer Bootcamp & Contest (TBnC) yang diadakan oleh Akademi Trainer dibawah bimbingan Jamil Azzaini.

Dengan modal prestasi dan potensi itulah maka saat ini dirinya seringkali aktif mengisi acara keagamaan & inspirasi islam di berbagai media televisi, antara lain: di Indosiar, ANTV, Jak TV, Trans 7, Transvision dan MNC Muslim. Kekuatan dan kemampuannya dalam menyampaikan hikmah kandungan (insight) Al-Qur’an secara ringan, segar dan santai membuat Ia dipilih untuk menjadi host narasumber tetap pada program Mengaji & Mengkaji di Khazanah Transvision dan Program Risalah Ilmu di MNC Muslim. Selain mengisi acara di berbagai media, saat ini kesibukannya makin aktif di berbagai kegiatan inspirasi, motivasi dan training di berbagai instansi (perusahaan) dan tempat yang bersifat publik baik dalam skala nasional yang meliputi berbagai kota di beberapa propinsi bahkan di kancah Internasional seperti Taiwan, Turki, Jepang, Amerika dan Kanada. Diantara materi-materi keilmuan yang sering disampaikan meliputi tema-tema tentang pengembangan diri (Personal Development), Peningkatan nilai-nilai spiritual (Spiritual Values Improvement), Pendidikan (Education), Kepemudaan (Youth), Keluarga (Parenting), dan Ekonomi Bisnis Syariah (Sharia Economics & Business). Kajian Rutinnya sering diadakan di Masjid-Masjid besar di Daerah Jabodetabek, antara lain KAJIAN REZEKI yang rutin diselenggarakan di Masjid Andalusia Sentul City dan Masjid Alumni IPB Bogor.

Sebelum terjun di dunia dakwah, Ia pun pernah menempuh pengalaman berkarir sebagai professional di beberapa perusahaan. Saat kuliah, Ia pernah magang di DOmpet Dhuafa sebagai Staff Bid. Partnership Corporate, kemudia setelah lulus kuliah dirinya menjadi Asisten Pribadi Dr Muhammad Syafii Antonio dalam pengembangan PT. Tazkia Idara Markazia (Perusahaan Holding dari Tazkia Group). Ia pun melanjutkan karir profesionalnya dengan menjadi seorang Account Manager di Bank Muamalat Indonesia. Setelah dalam kurun waktu 4 tahun berkarir di dunia perbankan, kemudian Ia memilih untuk berhenti dan fokus pada pengembangam dirinya menjadi seorang Lecturer, Entrepreneur dan Public Speaker.

Saat ini selain bersyiar & berdakwah dengan mengisi berbagai kegiatan inspirasi, motivasi dan training, Ia juga diamanahi menjadi Dosen Ekonomi Syariah di Tazkia University, Agama Islam (Islamic Studies) di Universitas Gunadarma dan Associate Trainer di Akademi Trainer. Selain di aktif dunia pendidikan dan pelatihan, Ia juga berkontribusi dalam kegiatan organisasi kemasyarakatan dakwah sebagai Dewan Asatidz di Masjid Azzikra & Masjid Andalusia Sentul, Dewan Pembina Komunitas Indonesia Tahajjud dan Dewan Pembina Komunitas TEMAN HIJRAH. Saat ini juga Ia diamanahi menjadi Pembimbing Haji & Umrah di ADzikra Travel, selain itu Ia pun juga mendapat amanah terbarunya sebagai Dewan Pembina Pesantren Qur’an dan Dakwah ALKARIM yang berlokasi di Propinsi Lampung.

Beberapa karyanya telah dibuat dalam beberapa tulisan antara lain Tulisan Karya Ilmiahnya tentang Ekonomi, Bisnis dan Keuangan Syariah bersama Dr Muhammad Syafii Antonio telah banyak dimuat di beberapa Jurnal Nasional dan Internasional, tulisan artikelnya pun bisa dibaca di beberapa media massa (yang rutin di Republika). Selain itu benerapa idenya pun telah dibuat dalam beberapa buku antara lain yang berjudul “MUHAMMAD saw MUDA”. Dalam waktu dekat dirinya akan kembali launching buku terbaru yang berjudul ‘TERNYATA SYURGA ITU DEKAT’, ‘SELESAIKAN MASALAHMU KE BAITULLAH’, dan ‘JANGAN KHAWATIRKAN REZEKIMU!

Untuk bersilaturahim dengan penulis bisa langsung menghubunginya di email daihilmanfauzi@gmail.com atau berkunjung ke halaman-halaman social medianya antara lain  Facebook: Ustadz Hilman Fauzi atau Instagram & Twitter : @daihilmanfauzi.

Sorry, the comment form is closed at this time.

× Assalamu'alaikum...
You don't have permission to register